Kamis, 21 Januari 2010

Menulis Tanpa Menggurui

. Kamis, 21 Januari 2010

Sangat menyenangkan membaca sebuah tulisan yang sarat makna. Selalu Saja ada pelajaran hidup yang didapat darinya. Apalagi sebuah tulisan yang disampaikan begitu renyah, bercita rasa, gaya menulis yang unik tanpa terasa sedang digurui oleh si penulis. Banya penulis yang menghadirkan ketentraman setelah membaca tulisannya. Walaupun terkadang pembaca "terjebak" dalam rekayasa emosi yang dihadirkan oleh penulis, tetapi selalu saja ada makna setelah menyelesaikan semua paragraf. Tulisan Helvy Tiana Rossa dan Andrea Hirata adalah salah satu contoh yan bergenre fiksi. Untuk Blogger, bisa saya suka lihat tulisannya Eka Situmorang, Bundo NakJadiMande dan banyak lagi yang lain. Tulisan mereka renyah, syarat nilai-nilai kehidupan, tanpa harus mengorbankan nilai lain dari kehidupan itu sendiri.

Pada Tulisan yang bergenre fiksi, pembaca memang disuguhkan kondisi yan sedemikian rupa, hasil rekayasa dan kreatifitas penulisnya. Sehingga pesan yang ingin disampaikan, sampai kepada pembaca melalui alur cerita. Lantas bagaimana dengan Tulisan yang non fiksi. Seperti Tulisan Ilmiah Populer pada sebuah media massa. Atau Tulisan semi ilmiah yang dimuat oleh para blogger diblognya masing-masing?

Tentu saja, masing-masing penulis punya gaya menulisnya sendiri. Tapi saya pribadi, sealu terkesan dengan gaya menulis orang-orang yang menulis tanpa menggurui. Sebut saja, Syafii Maarif, Eep Saifullah Fatah, Indra J. Piliang, Goenawan Muhammad dan lain sebagainya. Anda tentu juga punya penulis panutan, yang selalu anda tunggu tulisan-tulisan terbarunya. Bagi saya, Tulisan mereka yang saya sebut diatas, sangat penuh makna dan pelajaran. dan saya merasa tidak sedang diajar oleh mereka ketika membaca tulisannya. Tiba-tiba saja, diakhir tulisan, saya dipaksa mengangguk-ngangguk. Entah itu ekspresi setuju, Paham, Atau malah tidak setuju sekalipun.

Berbeda sekali dengan tulisan yang saya post di blog ini. Beberapa hari yang lalu, saya coba baca kembali tulisan-tulisan yang telah di post di blog ini. Setelah saya baca kembali, ternyata banyak sekali kalimat yang saya gunakan adalah kalimat yang bersifat menggurui. Saya heran, kenapa waktu menulis itu tidak sadar bahwa kalimat yang saya gunakan menggurui. Padahal setiap menulis saya selalu berusaha menggunakan kalimat yang baik dan tidak menggurui.

Hmm...Salah satu penyebabnya mungkin adalah birahi menulis pada waktu menyelesaikan tulisan tersebut sangat menggebu-gebu. Atau hanya untuk sekedar Up date. Ternyata memang susah untuk membuat tulisan yang benar-benar berkualitas dan dapat menyampaikan pesan dengan baik tanpa harus menggurui.

Tapi saya yakin, dengan terus berlatih, setiap orang pasti bisa menulis tanpa menggurui. Karena membaca tulisan yang menggurui membuat sebagian orang tidak nyaman. Dengan berusaha untuk terus menulis, Saya berharap bisa mencapai hal tersebut.

Bagaimana dengan Anda? Mudah-mudahan saja Anda tidak merasa digurui oleh tulisan ini

Salam Berry Devanda

Read this | Baca yang ini



Widget by [ Tips Blogger ]

30 komentar:

Ngeposting ni yee mengatakan...

bEner sOb,,

nakjaDimande mengatakan...

ehm, ehm.. si bundo mimpi namanya ada disini, hehhhehh

Berry, kita pasti akan selalu merasa tulisan kita sendiri kurang bagus. itu gpp asalkan terpacu untuk bikin yang lebih bagus. kadang bundo muncul juga mindernya ngerasa tulisan bundo kurang bagus, kejadiannya malah males nulis lagi. Nah yang begitu harus dihindari.

yang penting tulisan itu bermanfaat dulu buat kita sendiri. Segitu sudah cukup dulu, nanti akan berkembang dengan sendirinya.

sama-sama belajar ya Berry..

Bandit Pangaratto™ mengatakan...

...dan tulisan yg bagus saat ini belum tentu juga akan bagus dikemudian hari ber.. tapi ya karena itulah kita selalu berusaha membuat yang lebih baik...


*ini komen menggurui gak ya..? hehehhe

Elsa mengatakan...

kalo saya... suka sama Ayu Utami

ali febriyanto mengatakan...

mas, masang template WP di blogspot itu dengan cara di convert terlebih dahulu, kalau tidak di convert tidak bisa. Biasanya biaya menconvert satu template 10 dollar

ali febriyanto mengatakan...

kalau cerita bunda Nakjadimande saya akui bagus dan berkualitas, juga ada ciri khas tersendiri

alamendah mengatakan...

mereka emang punya ciri khas tersendiri. Bisa menuliskan ide-ide dalam hati tanpa menggurui orang lain itu yang sangat sulit.

Ongki mengatakan...

butuh kelihaian dalam menulis memang.. sehingga pembaca merasa nyaman membaca tulisan mereka

HERMAN TAN mengatakan...

Saya lihat bapak termasuk orang yang pandai menulis..hehe..

Kang Sugeng mengatakan...

Kalo saya nulisnya cuma asal Mas, saya biarkan jari ini menari dengan sendirinya, syukur2 kalo ada yg suka.

Saya juga ndak nyangka kalo tulisan saya disukai para juri di setiap kontes

Link Tea mengatakan...

Wah pingin rasanya kayak mereka ya.. oh ya makasih atas linknya sobat

Saung Web mengatakan...

Wah banyak yang saya senangi sob..karena tergantung topiknya.. si A mungkin bagus menulis dalam topik lingkungan tapi belum tentu bagus ketika menulis soal politik misalnya..

Cerita Inspirasi mengatakan...

yeep.. tulisan yg tidak menggurui memang selalu renyah dan enak dibaca.. saya sendiri sedang berjuang keras untuk mempelajari itu.. ^^ thanks for share..

ridwan mengatakan...

saya merasa ter-murid-i :D
jadi tertantang utk tidak menggurui, tapi menghipnotis

Kakaakin mengatakan...

Hmm... Tulisan yang bagus memang dapat menggerakkan hati pembacanya, tanpa kalimat menggurui sekalipun...
Nah,hingga sekarang rasanya tulisan di blogku belum ada yang seperti itu... :(

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Saya tidak merasa digurui,... saya malah dibimbing dan dibina untuk menulis lebih bak.

Rizal Islami mengatakan...

jadi sadar diri

arsumba mengatakan...

iya mas.. sulit banget nulis yang berkualitas.. ya namanya juga masih belajar.. salah ndak apa2 kan.. ? hehehe..
terkadang secara tak sadar sering juga menggurui.. sebenarnya ndak ada niat untuk menggurui..
ruwet banget keknya komeng saya nih.. hehehe..
salam hangat..

Etha mengatakan...

iya...susah nulis yg berkualitas,, tulisan etha aj tata bahasanya kacau balu :p

Just Bryan mengatakan...

yang penting terus belajar dan belajar...

Saya suka tulisannya andrea hirata dan dewi lestari..

Trilogi laskar pelangi(yang keempat belum baca..hehe) dan perahu kertas...

Zippy mengatakan...

Bener..bener, berlatih merupakan kunci utamanya...
Setidaknya, kita akan lebih mahir dama menulis atau menuangkan ide...
Owh..ya, itu beli domain aja di Dracoola.com.
Trus, setting custom domainnya.
Ntar setelah beli domain disana, langsung tanya aja sama cust. servicenya via YM atau SMS untuk dibantu settingkan...
Baik2 kok disana :)

arkasala mengatakan...

Menarik sekali Mas artikelnya. Ingin sekali saya bisa menulis yang tidak berkesan menggurui, informatif dan sarat makna. Semoga saya juga bisa terpacu untuk belajar lebih banyak lagi.
Terima kasih sekali Mas.
Salam hangat selalu :)

hajarhajir mengatakan...

Saya juga mengidolakan kedua Blogger itu.
Dari banyak menulis dan membaca tulisan orang lainnya cara belajar yang ampuh untuk membuat tulisan kita bagus. Tulisan saya masih amburadul gak karuan. Masih pengen belajar banyak dulu....

Lam kenal

iskandaria mengatakan...

Sebenarnya saya tidak terlalu merasa bermasalah ketika menyimak tulisan yang dinilai "menggurui". Saya sendiri suka menulis dengan gaya seperti itu soalnya...hehehe

Yang penting isinya tetap mengandung manfaat buat pembaca. Untuk jenis postingan berupa tips atau tutorial, kan nggak bisa kita hindarin tuh gaya bahasa menggurui :)

Muhamad Yunus mengatakan...

telah lama ia menunggu seorang anak terlahir menjadi dewasa, ada umur yang bergerak maju, menulis adalah bayi yang tersusun dari organ huruf yang bertambah besar menjadi kata, kalimat dan paragraf. pada saat masanya kedewasaan akan mengikat makna

bundadontworry mengatakan...

kalau bunda tdk merasa digurui setiap kali baca tulisan disini, tapi memang selalu menganggap tiap sahabat adalah bagai lautan ilmu yg boleh diambil dgn senang hati.
salam.

zulhaq mengatakan...

yah, saya juga belajar, semoga bisa seperti itu. tanpa menggurui siapapun juga

kompas muda mengatakan...

saya sih masih perlu banyk belajar dari yang dah senior.., salam kenal ya...

dasir mengatakan...

Kita belajar terus ya sob..saya malah merasa tulisan saya ecek2 tak bermutu...salam

Eka Situmorang-Sir mengatakan...

Lhooo?? namaku disebut2 di sini (weeh tersipu2)

Ah Berry.. kian hari tulisanmu kian membumi koq.. kalo soal menggurui...emmm kamu kan guru toh? I guess its in d blood yah :) saya rasa byk yg mendapatkan pencerahan dari tulisan2mu :)

KEEP THE SPIRIT UP! :)

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 

Pengikut

Google Translator

{http://berrydevanda.blogspot.com/} is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com