Tidak banyak yang tahu, bahwa setiap tanggal 25 November diperingati sebagai hari guru nasional. Bahkan, guru itupun sendiri, belum tentu tahu bahwa ada satu hari yang peringati sebagai penghormatan bagi para Oemar Bakri ini. Peringatan hari guru nasional ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti seminar, perlombaan dan lain sebagainya. Ada juga kegiatan yang diisi dengan upacara bendera, dimana guru harus menjadi pelaksananya dan siswa sebagai peserta upacara.
Pada peringatan kali ini, banyak perkembangan terbaru yang telah dilalui oleh para guru. Pemerintah sudah mulai memperhatikan kualitas guru sebagai tenaga pendidik maupun kesejahteraan guru sebagai manusia dalam menjalani kehidupannya. Tidak dapat dinyana, bahwa profesi guru adalah profesi yang sangat penting dalam menopang peradaban suatu bangsa. Dan sudah sewajarnya pula, peran penting itu disertai dengan penghargaan yang semestinya.
Meningkatnya kesejahteraan guru memang masih diperdebatkan. Banyak kalangan berpendapat, bahwa kesejahteraan guru saat ini bersifat semu. Maksudnya? Jika dibandingkan dengan tahun 60-70-an, gaji guru pada saat itu hanya berkisar Rp. 30.000,-. Pada saat ini mungkin ada guru yang digaji 4 – 5 juta. Tapi angka Rp. 30.000,- itu jika dibandingkan dengan harga emas saat itu, sama besarnya dengan angka 4 juta jika dibandingkan dengan harga emas saat ini. Jadi, banyak kalangan yang berpendapat bahwa gaji guru saat ini hanya besar dari sisi nominal saja.
Kenapa kesejahteraan guru sangat perlu saat ini? coba bayangkan, dengan gaji yang kecil, hanya cukup buat makan dengan keluarganya, kapan guru tersebut akan meng upgrade kemampuannya? Dengan apa guru bisa membeli buku baru untuk menambah pengetahuannya? Kapan guru bisa menikmati kayanya informasi di internet? Atau kapan guru juga bisa berlangganan koran? Bisa anda bayangkan, jika seorang guru hanya menjelaskan informasi yang didapatnya ketika sekolah dulu dan hanya informasi tersebut yang ia sampaikan turun temurun kepada siswanya dari tahun ke tahun. Maka dari itu, perlu kesejahteraan untuk meningkatkan kemampuan guru.
Walaupun begitu, pemerintah saat ini memang harus diberi apresiasi. Jika sebelum reformasi, gaji guru jauh dibawah kata-kata sejahtera, sehingga banyak guru yang bekerja nyambi profesi lain, maka saat ini sudah nampak perubahan pada kehidupan para guru, walaupun belum ada penelitian tentang hal tersebut. Tentu tidak mungkin dalam waktu singkat mensejahterakan semua guru di negara yang berpenduduk 230 juta jiwa ini. Diperlukan waktu yang panjang untuk memperbaiki kesejahteraan guru maupun sistem pendidikan nasional.
Bertepatan dengan hari peringatan profesi yang baru saya tekuni selama 6 bulan ini, ada beberapa catatan yang ingin saya tuangkan dalam postingan kali ini. Bisa sahabat bayangkan, waktu 6 bulan tentu saja belum memberikan pengalaman yang banyak ada peningkatan kemampuan saya. Saya memahami bahwa pengalaman yang masih seumur jagung ini, sangat tidak mungkin membuat kesimpulan. Tapi ini hanya catatan seorang pemula.
1.Mengenai sertifikasi guru
Salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional adalah dengan program sertifikasi guru. Sebuah program yang mengharuskan guru meningkatkan kemampuannya dari segi kemampuan akademik, meningkatkan strata pendidikan agar semua guru minimal harus berpendidikan strata 1. Bagi guru yang dinyatakan lulus, diberi penghargaan dengan tambahan satu bulan gaji. Program ini sangat baik menurut saya, disamping tujuannya meningkatkan kualitas tenaga pendidik, juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru.
Hanya saja, lagi-lagi pelaksanaannya yang masih banyak kekurangan. Program ini tidak menjamin guru memiliki kualitas mengajar yang lebih baik. Program sertifikasi guru di artikan sebagai program memburu sertifikat. Tak peduli apakah sertifikat itu memiliki korelasi positif terhadap kemampuan si guru.
2.Pelaksanaan UN
Pada dasarnya saya setuju dengan pelaksanaan UN. Bahwa memang, diperlukan standar agar bisa diketahui mana sekolah yang maju maupun yang belum. Hanya saja, pelaksanaan UN saat ini sangat jauh dari harapan UN semula, untuk mengukur kemampuan siswa. Sudah menjadi rahasia umum bahwa sekolah berlomba untuk menaikan ranking kelulusannya. Walaupun tidak semuanya, ada saja sekolah yang menggunakan segala cara untuk mencapai hal tersebut. Namun, tentu kesalahan ini bukan hanya pada pihak sekolah.
Jika dicermati lebih jauh, kepala sekolah tentu mendapat “wejangan” pula dari Kepala Dinas Pendidikan Kabuaten/kota. Dan sang Kepala Dinas pun tentu mendapat “bisikan” dari Bupati/Walikota. Semuanya tentu saja bertujuan untuk meningkatkan rangking pendidikan daerah tersebut. hah..... semuanya dilakukan penuh dengan kebohongan. Penuh kepura-puraan dan kelicikan. Berbagai cara ditempuh, ada yang memakai joki mahasiswa, pake sms gelap dan sebagainya.
Salah satu dampak terbesar dari rantai ini adalah guru. Kenapa? Karena, sedikit banyak ini mempengaruhi motivasi sebagian besar siswa. Sehingga muncul ungkapan “buat apa capek-capek belajar, toh nanti juga pasti lulus, kan kebagian kunci jawabannya”. Banyak siswa berkurang rasa hormatnya, karena merasa sudah mendapat “kepastian” tersebut. Walaupun tidak bisa digeneralisasi dalam persoalan ini. Namun itulah faktanya.
3.Profesi guru kurang diminati
Hal ini menyebabkan input universitas penyelenggara jurusan kependidikan bukanlah siswa-siswa terbaik di sekolahnya. Siswa-siswa terbaik lebih senang dan bangga masuk ke jurusan-jurusan lain yang dinilai lebih menjanjikan. Jika para calon guru bukanlah orang-orang terbaik dan juga tidak mau memperbaiki diri, maka tentu bisa dibayangkan bagaimana kualitas pendidikan nantinya. Namun, jika kesejahteraan guru sudah menjanjikan, maka saya yakin, kurang lebih 5 sampai 10 tahun lagi, siswa-siswa terbaik akan dengan senang hati menjadi guru. Kalau kita tanyakan cita-cita banyak siswa waktu dulu, maka kebanyakan jawaban mereka adalah menjadi dokter, insinyur, akuntan dan lain sebagainya. Kenapa bisa seperti itu? Karena semuanya bermuara pada kesejahteraan. Kebanyakan siswa tentu lebih memilih hidup sejahtera di hari depannya. Jika guru sudah sejahtera, maka pastilah ia akan kembali menjadi primadona seperti di awal zaman kemerdekaan dulunya.
Terlepas dari persoalan diatas, saya merasa bangga menjadi guru. Saya bangga ketika melihat anak didik saya menunjukan wajah-wajah paham akan apa yang saya ajarkan. Saya bangga bisa memberikan pengetahuan dan membuat mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya. Saya bangga dengan mendidik siswa saya satu dua kelas, karena mereka lah akan mewarnai perjalanan bangsa ini nantinya. Kalau sudah begitu, berarti saya sudah ikut memberikan bakti kecil pada daerah yang saya tinggali, pulau yang saya tempati dan negara yang sangat saya banggakan ini.
“Jika hari ini, seseorang memimpin sebuah negara, seorang ulama mendakwahkan ajaran mulia, seseorang menjadi penulis terkemuka dan orang-orang luar biasa lainnya. Niscaya sejarahnya dimulai oleh seorang guru yang dengan lembut suaranya dan sabar jiwanya mengajar menulis, membaca dan mendidik kita. SELAMAT HARI GURU NASIONAL....”
Anda pun pasti bangga dengan profesinya masing-masing...
Salam Berry Devanda
Sumber Gambar : http://geogaul.wordpress.com/
Selasa, 24 November 2009
HARI GURU NASIONAL
Label: Analisa Sosial, Artikel, PendidikanSabtu, 21 November 2009
KIAMAT 2012
Label: Analisa Sosial, film
Film 2012 yang dirilis minggu lalu menyedot perhatian banyak kalangan, tidak hanya para filmholic, tetapi dari lapisan masyarakat lain seperti tokoh masyarakat, ulama dan orang-orang yang selama ini kurang suka film menjadi tertarik untuk menonton film ini. Kenapa Film 2012 ini mampu menyedot perhatian dunia? Kenapa film ini sampai mendapat respon yan demikian besar dari berbagai kalangan terutama ulama dan tokoh masyarakat? dan kenapa juga saya membuat postingan tentang film ini? emangnya saya punya kemampuan sebagai seorang kritikus film? wah...nggak kayaknya, saya hanya orang awam yang tidak paham idealisme sebuah film. bagi saya yang awam ini, film yang baik adalah film yang mampu mengedukasi penontonnya dengan alur cerita dan grafis yang menarik dan selalu memuat nilai-nilai kehidupan.
Bagaimana dengan Film 2012?
Ada baiknya kita review sedikit alur ceritanya. Film ini dibuka dengan penayangan fenomena jilatan api (lidah api) matahari yang menjalar-jalar. Kemudian, diiringi dengan penemuan aktivitas panas bumi yang tidak biasa oleh ilmuwan di India. Setelah itu, seperti biasanya, film Holywood selalu memposisikan diri untuk memperkuat hegemoni negara tempat produsen film terbesar di dunia itu.
Di film ini, presiden USA pada tahun 2012 itu, mengajak seluruh pemimpin dunia untuk memikirkan hal ini dan mencari solusinya. Presiden Amerika bertindak heroik, dengan mengorbankan dirinya sendiri demi menyelamatkan putrinya dan rakyat amerika lainnya. Singkat kata, mega proyek program penyelamatan dirancang dengan membangun 3 buah kapal super besar, untuk mengantisipasi luapan air laut akibat gempa besar yang akan terjadi. Tempat pembangunan nya di daratan China.
Ketika gempa mulai terjadi di daratan Amerika, satu keluarga berangkat ke China bersama pengusaha kaya Las Vegas keturunan Rusia dengan pesawat menuju China. Dengan berbagai rintangan dan suguhan visual effect yang sangat "bersih". Proses naiknya ribuan umat manusia ke atas kapal super besar tadipun disertai dengan drama kemanusiaan.
Setelah mengalami terjangan badai tsunami yang sangat dahsyat, kapal yang berbahan nuklir tersebut dapat berlayar dengan tenang menuju daratan baru. dalam film ini, yang tersisa hanya satu benua, satu daratan saja, sepertinya Afrika.
Kisah usaha penyelamatan diri manusia ini mirip dengan kisah salah satu nabi yang saya pelajari ketika kecil dulu, Kisah nabi Nuh (Noah). Kisah nabi Nuh yang saya ketahui, nabi Nuh membuat kapal besar atas perintah Tuhan, bahwa akan terjadi banjir besar yang akan menenggelamkan semua daratan. Kecuali satu tempat yang menjadi pelabuhan kapalnya nanti. Nabi Nuh memerintahkan umatnya untuk menaikan Hewan dan Tumbuhan ke dalam kapal, untuk memulai hidup baru di dunia baru nantinya.
Dalam Film ini pun demikian, Helikopter menaikan berbagai macam hewan, seperti gajah, jerapah dan lain sebagainya ke dalam kapal.
Diakhir film, tertulis penanggalan baru yang sempat membuat saya bingung, hari ke-27 tahun 0001. Berarti, filmnya ingin menjelaskan bahwa tahun 2012 adalah akhir dunia sekaligus awal zaman baru.
Film ini terinspirasi dari kalender suku maya yang berakhir pada tahun 2012. Suku maya diketahui merupakan suku yang sangat tertarik mengamati perbintangan, dan menurut mereka pada tahun 2012. Ramalan tentang tahun 2012 ini tidak hanya oleh suku maya, suku mesir kuno dan suku kuno lainnya juga meramalkan hal serupa. dan banyak lagi ramalan-ramalan tentang tahun 202 ini. Diantaranya dalam kitab kuno China, I Ching (eramuslim.com), yang menyebutkan akan terjadi bencana besar pada tahun 2012.
Terlepas dari semua ramalan itu, saya menilai film ini sebagai sebuah hiburan semata. karena menurut saya, persoalan kiamat bukan urusan saya sebagai makhluk ciptaan. Tugas saya hanya meyakini bahwa hari itu pasti datang dan memanfaatkan segenap waktu yang diberikan untuk memberikan manfaat bagi banyak orang (walaupun sampai kini belum kesampaian ...he...he..he...). Berusaha bersikap sebagai makhluk ciptaan (nggak sombong maksudnya), walaupun terkadang suka tidak sadar sok berlagak sebagai "tuhan kecil", nggak nyadar bahwa saya hanya makhluk ciptaan yang selalu berharap Lindungan dan pengampunan dari-Nya.
Anyway, film 2012 cukup menghibur, walaupun alur ceritanya tidak terlalu luar biasa. tetapi harus diacungi jempol, visual effect sangat bersih sehingga penonton benar-benar disuguhkan rekayasa gambar yang mengagumkan seolah sebenarnya.
Mengenai ramalan suku ini dan suku itu, saya tidak mau banyak komentar , takut salah. Karena Kiamat bukan ranah saya sebagai makhluk, Tugas saya hanya bersiap.
Bagaimana Menurut Anda?
Salam Berry Devanda
Kamis, 19 November 2009
Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat
Label: Resensi
Pernahkah anda bermimpi untuk menjadi penulis hebat? Pernahkah anda membayangkan suatu saat buku anda akan dipajang rapi di sebuah toko buku berdampingan dengan buku-buku karya penulis terkenal lainnya. Tidak pernahkah muncul perasaan “iri” terhadap penulis lain yang telah dipajang bukunya di toko buku tersebut. Pernahkah terlintas dalam benak anda bahwa suatu saat buku anda pun pantas untuk berjejer pada bagian best seller di sebuah toko buku? Lantas apakah beda penulis hebat dengan penulis Sukses? Apakah semua penulis sukses tersebut adalah penulis hebat.
Cara Dahsyat menjadi Penulis hebat adalah buku terbaru dari Jonru. Jonru adalah founder Penulislepas.com dan sekolah menulis online (SMO). Bukunya ini diterbitkannya sendiri dan sepertinya di distribusikan sendiri. Jika membaca buku Jonru sebelumnya, “Menerbitkan Buku Itu Gampang”, disana terdapat pembahasan tentang Self Publishing dan saya menilai Jonru mempraktekan sendiri apa yang telah di tulisnya. Buku cara dahsyat menjadi penulis hebat ini diterbitkan oleh Penulislepas.com Publishing House.
Lantas mucul pertanyaan, apa yang membuat buku ini lebih baik dari buku-buku serupa yang telah lebih duluan diterbitkan. Satu hal yang menjadi nilai plus dari buku ini adalah, buku ini lebih menitik beratkan pada motivasi untuk menulis. Jika selama ini sudah banyak buku yang membahas, bagaimana cara dan kiat menulis novel, tata cara menulis artikel dan lain sebagainya. Kemampuan seperti ini dikenal dengan Hard Skills. Dalam buku ini justru menekankan pada motivasi menulisnya (Soft Skill). Bukan berarti dalam buku ini tidak ada kiat menulis.
Menurut Jonru, apa gunanya semua teori yang telah didapatkan dari berbagai sumber, jika anda tidak memiliki semangat, optimisme, konsistensi dan self confidence. Jika tidak diiringi oleh soft skill tersebut, semua ilmu yang telah ada akan buyar ketika satu naskah anda ditolak oleh penerbit. Dalam buku ini, penulis mencoba memotivasi pembaca untuk menumbuhkan semangat positif untuk membangun karir sebagai penulis hebat.
Penulis sukses adalah “akibat” dari penulis sukses. Penulis penulis seperti Andrea Hirata, Helvy Tiana Rossa dan Dewi Lestari adalah penulis hebat dengan sederet penghargaan dipundak mereka. Mereka adalah penulis hebat. Namun kehebatan mereka bukan karena prestasi-prestasi menulis yang bejibun itu. Hal tersebut hanyalah akibat dari kerja keras, semangat, konsistensi dan motivasi tinggi. Dibalik sosok terkenal dan populer tersebut, terdapat jiwa-jiwa pantang menyerah, percaya diri, disiplin dan konsisten.
Untuk menjadi penulis sukses anda harus membekali diri dengan berbagai kemampuan (soft skills) dan menghilangkan penyakit atau racun-racun yang bersarang dalam pemikiran kita selama ini. Dua racun yang sering bersarang dalam otak kita adalah, pertama “SAYA TAK MUNGKIN.... (bla...bla...bla...). sebuah perasaan skeptis dan pesimistis dalam memandang diri sendiri. Ingat, Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang jika ia tidak mengubahnya sendiri. Ejekan dan cemoohan yang diberikan orang lain seringkali membuat kita down. Jadikanlah ejekan dan cemoohan tersebut sebagai Recharge semangat kita.
Kedua, Bagaimana Kalau ....(bla...bla...bla...). kita sering kelamaan mikir. Dan menghabiskan sebagian besar waktu pada bagian ini. Saya ingat ungkapan cerdas “perubahan tidak akan terjadi jika hanya di pikirkan dan di diskusikan, melainkan dengan dengan gerak nyata”. Informasi lebih lengkap mengenai buku ini bisa dilihat di penulishebat.com atau bisa juga di facebook dan di twitter .
Saat ini, buku cara dahsyat menjadi penulis hebat ini hanya tersedia dalam bentuk ebook dengan harga Rp. 49. 500,- dan bonus voucher pada SMO senilai Rp. 200.000,-. Sebuah Voucher terbesar dari SMO dari yang pernah ada. Selain itu juga juga dikasih modul Ekslusif dari SMO dan didaftarkan pada kelas Free Trial. Penawaran ini hanya berlaku untuk ebook. Kalau versi cetaknya udah terbit, bonus ini udah nggak berlaku lagi.
Salam Berry Devanda.
Senin, 16 November 2009
Pendidikan Anti Narkoba
Label: PendidikanSetelah ngobrak-abrik isi laptop, akhirnya saya menemukan artikel yang saya tulis hampir setahun yang lalu. Yang sampai sekarang belum jadi-jadi. Setelah dipreteli sana-sini, lebih baik di post aja di blog. Dari pada blog ini kelamaan nunggu di urusin. Lagian beban berat bagi yang punya blog, setelah bikin postingan sebelumnya, Tulis!!Atau Kamu Berdosa. Banyak yang mengingatkan juga, dengan kata-kata seperti ini, “kalau lama-lama nggak update, nanti dosa lo” (Ha...ha...ha....). Mudah-mudahan aja bermanfaat . Lanjut....
Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dirilis Januari 2009, pengguna narkoba terbanyak berdasarkan pendidikan formal tersangka adalah SLTA. Semenjak tahun 1997 sampai tahun 2008, jumlah tersangka narkoba dengan pendidikan formal SLTA berjumlah 109.451 orang dengan rata-rata pertahun sebanyak 12.161 orang. Hal ini berarti, sebagian besar tersangka narkoba memiliki pendidikan akhir SLTA.
Oleh karena itu, diperlukan tindakan preventif dengan memberikan bekal pengetahuan yang cukup kepada siswa, terutama siswa sekolah menengah tentang bahaya narkoba. Tindakan ini diharapkan dapat membentengi para siswa dalam menghadapi bahaya narkoba baik saat mereka menjadi pelajar maupun setelah mereka lulus dan memiliki aktivitas masing-masing.
Kegiatan pencegahan sangat diperlukan dan menuntut peran semua pihak. Peran orang tua, guru dan elemen pendidikan lainnya, masyarakat dan polisi. Adalah tidak mungkin jika tugas berat ini hanya ti bebankan kepada bapak-bapak di Kepolisian. Karena kelangsungan bangsa ini ada di pundak generasi muda. Dan itu menjadi tanggung jawab kita bersama, semua anak bangsa. Baik yang masih muda maupun kaum tua. Apa jadinya bangsa ini jika banyak generasinya terjebak dalam jurang narkoba. lebih baik ngeblog daripada narkoba, Lebih bermanfaat.
Berhubung yang nulis dan punya blog ini guru, maka tulisan ini hanya membahas peran guru dalam menciptakan generasi muda yang bebas narkoba. Tugas anda yang baca menambahkan berdasarkan latar belakang dan kondisi kekinian anda sekarang (ya e lah.....). Peran guru Diantaranya adalah :
1. Guru harus berupaya mengintegrasikan pendidikan anti narkoba ke dalam mata Pelajaran yang diajarkannya. Mengitegrasikan tidak harus menambah jam pelajaran lho, tapi menyinggung sedikit saja ketika jeda Proses Belajar Mengajar (PBM) pun sudah cukup. Disana guru menjelaskan tentang bahaya dan akibat penggunaan narkoba. Jika sudah semua guru mata pelajaran melakukan ini, maka akan ada integrasi yang menyeluruh dari semua kurikulum pendidikan, diharapkan siswa mendapat informasi yang cukup tentang bahaya penggunaan narkoba.
2. Perhatikan tingkah laku menyimpang murid.
Seorang guru pasti bisa membedakan mana siswa yang murni bertingkah laku sebagai siswa dan mana yang bertingkah laku tidak layak siswa. Diantara ciri-ciri pengguna narkoba adalah, wajah tidak berseri (pucat), pandangan sayu, kurus kering, sering bermenung dan lain sebagainya. Segera cari informasi lebih lanjut. Ingat, jangan langsung men-judge ia seorang pemakai. Tapi cari tahu informasi lebih lanjut melalui teman dan guru yang lain.
3. Sekali-sekali adakan razia narkoba di kelas yang di curigai terdapat pengguna narkoba. Jika memang diperlukan, maka razia atau sidak pun bisa jadi pilihan.
4. Awasi mantan murid yang telah DO tapi masih sering ke sekolah
Bisa jadi mereka punya koneksi dengan teman-teman nya yang lain.
5. Laporkan segera ke polisi jika terdapat hal-hal yang mencurigakan
6. Berikan PR agar siswa tidak mempunyai waktu luang.
Dah, segitu aja ya...
Silahkan curahkan pendapatnya, bagaimana sebaiknya pendidikan anti narkoba ke depannya.
Salam Berry Devanda
Kamis, 12 November 2009
TULIS!! ATAU KAMU BERDOSA
Label: Artikel, TipsAku tersentak dan terbangun dari tidur pulas ketika sesosok tua dengan pakaian serba putih mengakhiri percakapan dengan kata, “Tulis, Atau Kamu berdosa”. Sembari menyeka keringat yang membasahi sekujur tubuh, Terdengar azan subuh berkumandang, mendayu-dayu, menambah rasa gamang yang hebat setelah pertemuan dengan si tua tadi. Semilir angin di subuh hari menggiring raga ini untuk kembali mengangkat selimut dan memeluk guling lebih rapat dari sebelumnya.
Mencoba untuk mengingat-ngingat lagi apa yang telah membuat aku terjaga dari peristirahatan semenjak Isya tadi. Kepenatan terkumpul penuh dalam raga setelah selama satu hari penuh menjalani rutinitas. Aku masih ingat, sebelum tidur, diiringi rasa kantuk yang hebat, masih ku upayakan untuk menapak kembali hal-hal yang telah dilakukan seharian tadi. Semua berjalan sesuai rencana kecuali satu hal, menyelesaikan tulisan untuk blog yang sudah lama saya hiraukan. Ingatku, sebelum tidur masih memaksakan diri berpikir mau menuliskan apa. Banyak ide sebenarnya yang ingin ditulis tapi entah kenapa sebagian waktu habis untuk memikirkannya saja, tanpa ada realisasi. Walaupun saya paham betul, bahwa perubahan tidak akan terjadi jika hanya difikirkan, dibicarakan, dan di diskusikan melainkan dengan gerak nyata.
Kembali terlintas sosok tua yang merusak peristirahatan saya tadi, laki-laki dengan wajah yang tidak begitu jelas, tapi nampak ketegasan dan karisma rautan wajahnya. Dengan senyuman yang menyejukan hati. Awal pertemuan dengannya memberikan kesan welcome.
“Berapa usiamu anak muda?” demikian pertanyaan keduanya setelah nama ku.
“Belum genap 25 tahun pak”, jawab ku dengan ringan. “Ngapaian orang tua ini pake nanya umur, jangan-jangan dia mencari calon suami buat anak gadisnya” gumamku dalam hati.
Dia bertanya lagi, “apa saja yang sudah kamu perbuat selama pinjaman umur tersebut?, manfaat apa saja yang telah kau berikan buat orang banyak?”
Dengan semangat aku menjawab, “hmm....hmmm....hmmm...hmmm anu pak....hmmm.... anu”, susah juga ternyata. Emang pertanyaannya tadi apa sih? Saya coba eja lagi pertanyaan bapak tadi dalam hati. Pandangan bapak tua tadi makin tajam namun tetap dengan senyuman ragam makna.
Tunggu, tunggu, wait a minute... bukankah pertanyaannya , manfaat yang telah saya berikan buat orang lain? “Hmmmm....dulu saya pernah nolong nenek-nenek nyebrang jalan raya, nolongin orang tua saya ke warung beli bumbu masak. Dulu saya juga pernah minjemin duit pada teman yang lagi kesusahan, sampai sekarang pun belum di bayar. Bayangkan tuch... betapa bermanfaatnya saya buat orang lain. Heh... bener nggak pak”?
Pak Tua tadi tertawa tapi tak mengeluarkan suara, mendengarkan jawaban saya. Sebuah ekspresi yang membuat setiap orang yang melihatnya menjadi kesal.
“anak muda”, ia membuka penjelasannya.
“tahukah kau bahwa , kau bisa berbuat jauh lebih bermanfaat dari yang kau sampaikan tadi?” ia menghela nafasnya dalam sekali.
“tahukah engkau bahwa Tuhan menitipkan berbagai ide dan gagasan besar ke dalam benak mu?”
“Tahukah kau bahwa Tuhan memberikan ilham kepada mu, agar dapat kau sampaikan kepada orang banyak?” ia memalingkan pandangannya jauh di ufuk sana. Kemudian kembali memandang ku dengan pertanyaan, “lantas kenapa tidak kau sampaikan?” Dengan segera saya protes apa yang ditanyakanya itu “hmmm.....”, pak tua tersebut langsung memotong tak memberiku kesempatan untuk mengklarifikasi.
“Bukankah selama ini sudah banyak pemikiran-pemikiran brilian yang terlintas dalam benak mu?” lanjutnya.
“Tidak kah kau tahu, Tuhan memberikan kekuatannya kepada engkau agar dapat menyumbangkan kebaikan yang jauh lebih besar dari apa yang kau pikirkan” terangnya.
“Pahamkah kau, bahwa jika tidak kau sampaikan maka banyak orang yang tertunda keberhasilannya, masyarakat yang terhambat pemikirannya dan orang-orang yang salah kaprah tidak akan ada yang meluruskannya”. Jelasnya dengan penuh makna dan penghayatan.
“kenapa hanya kau simpan saja titipan Tuhan mu itu?, kenapa tidak kau sampaikan?”. Lanjutnya sembari menatap dalam setiap sudut mataku. Aku pun membetulkan tempat duduk ku.
“kau tahu Tan Malaka?” tanyanya
“ya, tentu aku tahu”. Jawabku
“seorang tokoh yang nyaris dilupakan oleh bangsanya sendiri” aku pun bersemangat menunjukan pengetahuan ku pada si Tua ini. Aku lanjutkan penjelasan ku, “Ia adalah seorang yang pertama kali mencetuskan ide negara Indonesia yang akan berdiri nantinya berbentuk Republik. Bapak bisa baca dalam bukunya Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia). Sebuah tulisan yang dibuat ketika sedang berada dalam pelariannya di Bangkok pada tahun 1925. Tulisan ini kemudian mengilhami Hatta dan Soekarno untuk menulis gagasan yang serupa pada tahun 1928 dan 1933. Tan Malaka memang tokoh besar dengan intelektual tinggi sehingga mampu merumuskan bentuk negera ini kedepannya”
“Kau bayangkan pak tua”, lanjutku menggurui dia. Di zamannya, Tan Malaka sudah mampu berpikir seperti itu, dimana tidak ada internet, buku-buku tidak mudah untuk didapat. Pemikirannya memang melampaui zamannya” tutup ku dengan semangat.
Pak tua tadi merespon dengan dingin dan basi, “ lantas, apakah yang akan terjadi jika Tan Malaka tidak menuliskan gagasan briliannya tersebut?” tanya nya enteng tanpa mengapresiasi jawaban ku yang panjang lebar tadi.
“Hmm..hmmm....hmm” gumam ku menghadapi pertanyaannya itu.
Pak tua itu berkata lagi “Jika Tan Malaka tidak menuliskannya, maka perjuangan tokoh-tokoh pemuda ditanah air akan selalu mengambang dan tidak mengerucut ke arah memperjuangkan kemerdekaan menuju terwujudnya negara republik ini”
“atau, katakanlah Tan Malaka menunda-nunda ia menuliskan gagasannya, pastinya banyak hal juga yang akan tertunda, mungkin saja kemerdekaan bangsa mu di undur 10 tahun dari tahun 1945”. Saya tertegun mendengar analisa pak tua ini. Tapi segera menyadarkan diri dan ku balik bertanya, “tapi saya kan bukan Tan Malaka, saya tidak punya ide se brilian itu. Nanti kalau saya tulis, banyak orang yang akan menghina gagasan saya, atau malah apa yang saya tulis belum pernah saya kerjakan sebelumnya”
Pak tua itu memberikan saya kuliah lagi, “ tidak perduli apakah ide dan gagasan mu brilian, tidak peduli anggapanmu, apakah tulisan mu akan dihina, dipuji atau malah tidak memberikan manfaat sama sekali”.
“kau tahu Andea Hirata” tanyanya padaku.
Aku mengangguk. “ Bukankah novelnya yang mengubah sejarah dunia sastra Indonesia itu pada awalnya bukan untuk dibaca oleh banyak orang, hanya sebuah memoar sebagai penghargaannya terhadap ibu gurunya. Dan tahukah kau bahwa novel itu memberikan inspirasi dan motivasi pada banyak orang?”
“tapi terkadang, gagasan yang terlintas dalam kepala ku belum pernah aku kerjakan, hanya sebatas ide saja”. Berontak ku.
“tidak peduli apakah sudah pernah kau kerjakan atau belum. Jika kau menuliskan hal tersebut, maka akan berguna bagi orang lain yang membacanya. Mungkin bagi dirimu tidak berguna, tapi bagi orang lain mungkin saja itu sangat penting artinya” cercanya.
Aku menunduk tanpa balas. Ia melanjutkan “ lantas apalagi alasan yang membuat mu tidak menyebar luaskan gagasan dan ide yang telah ditumpangkan Tuhan ke dalam benakmu? Terlalu egois kau jika hanya memikirkan ide itu untuk dirimu sendiri” pak tua itu menghakimi aku.
“jangan kau menghakimi aku seperti itu” aku membela diri.
Pak tua itu membalas, “ jika tidak, maka Tulis!! Atau Kamu Berdosa
Akupun terbangun dari peristirahatanku....
Salam Berry Devanda
***********************************************************************************************
Artikel ini diikutsertakan dalam kontes menulis yang diadakan oleh Indonesia Menulis yang diSponsori oleh:
01. Sawa Sanganam
02. Mbak Diah
03. Bujang Rimbo
04. Ahmad Sofwan
05. WP Template Gratis
06. Khairuddin Syah
07. Reseller Indobilling
08. Ardy Pratama
09. Hangga Nuarta
10. Abdul Cholik
11. Herman Yudiono
12. Aldy M Aripin
Senin, 09 November 2009
BLOG KUNING
Label: Analisa Sosial, Artikel, BloggersPernahkah anda membaca koran yang lebih banyak porsi berita sensasi sex nya daripada berita yang lebih bermanfaat lainnya? Pernahkah anda membaca surat kabar yang headline nya tidak lepas dari berita kriminal dengan judul menggunakan bahasa yang tidak cerdas? Berita-berita seperti pembunuhan, foto-foto mayat mengerikan dengan darah berserakan dimana-mana. Berita tentang pemerkosaan lengkap dengan urutan dan tata cara pelaksanaannya? Pernah nggak?
Pada saat sekarang, sangat banyak ditemukan koran-koran tersebut. Jangankan di Ibukota Jakarta, hampir disetiap daerah terdapat koran lokal seperti itu. Biasanya, koran seperti ini sangat diminati oleh segmen masyarakat tertentu dan jangan salah, oplah koran seperti ini cukup besar. Artinya, koran ini banyak pembacanya. Isi koran berkisar pada berita kriminal, sex dan cerita-cerita nyata yang tentu saja menyerempet ke masalah sex juga. Halaman depan didisain dengan warna yang mencolok dan cenderung norak alias tidak pantas dan judul besar yang tidak proporsional. Gaya bahasa yang asal-asalan, seenak wartawan yang menulisnya. Lengkap dengan layout yang nggak teratur.
Tidak itu saja, koran ini merupakan langganan advertiser iklan yang berbau sex. Iklan-iklan seperti pengobatan alat vital, mbah ini, mak itu, tante ini, tante itu, telpon hot dan lain sebagainya sangat menjamur pada koran seperti ini. Juga terdapat ketidakjelasan pada beberapa artikel. Apakah artikel tersebut benar-benar berita, iklan atau setengah berita setengah iklan, karena tidak jelas apakah advertorial atau tidak. Kalau advertorial kenapa tidak ada kode (adv), kalau berita kok seperti mengiklan sesuatu.
Koran-koran seperti ini di kenal dengan koran kuning. Koran kuning adalah salah satu bentuk daripada yellow journalism (jurnalisme kuning). Menurut Stanley J.Baran, dalam bukunya Introduction to Mass Communication, Media Literacy and Culture, McGraw-Hill, New York, 2004, hlm. 109 (seperti yang ditulis Lukas S Ispandriarno, dosen ilmu komunikasi univ. Atmajaya Yogyakarta) Yellow Journalism adalah Jurnalisme yang menekankan pada sensasi seks, kriminal, dan berita malapetaka; judul besar-besaran; penggambaran yang kasar; dan bergantung pada kartun serta berwarna-warni.
Pertama kali diperkenalkan oleh Joseph Pulitzer. Dengan surat kabar yang diakuisisinya, New York World. Ia mengubah haluan pemberitaan tersebut kepada masalah skandal, berita-berita sensasional dan kriminal.
Lantas bagaimana dengan blog? Setelah beberapa kali blogwalking, saya melihat ada fenomena menarik dari dunia blogging ini. Dengan tujuan beragam, beberapa blogger, “merelakan” halaman blognya dengan postingan dengan judul yang kurang cerdas. Postingan dengan kata kunci seperti “bugil, telanjang, video mesum” dan lain sebagainya ternyata cukup banyak, terlepas apakah keyword tersebut dipakai hanya untuk judul saja atau memang postingan itu memang mengandung hal tersebut. Ada lagi blog yang langsung memuat gambar dan videonya. Tentu saja, hal ini bertujuan untuk meningkatkan pagerank dan traffic.
Berdasarkan Ilmu SEO, tentu hal itu sah-sah saja. Tapi batin kita tentu menolak, ketika postingan tersebut bertentangan dengan kepribadian yang punya blog. Saya yakin nggak ada blogger yang emang berpikiran mesum terus. Blogger sejati (waduh...nggak gua banget ne) pastilah selalu membuat postingan yang memberikan manfaat pada banyak orang. Walaupun hanya sekedar curahan hati dan pengalaman pribadi, tapi tentu saja selalu dibungkus dengan nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat. Jika memang punya tulisan dengan genre dewasa (dengan citarasa sastra yang tinggi tentunya) ada baiknya dibatasi segmen pembacanya. Bisa dengan memberikan password dan lain sebagainya.
Saya yang murni pemula ini, mohon ingatkan jika suatu saat saya posting hal tersebut. Saya pikir banyak cara untuk menaikan pengunjung blog. Saya tertegun ketika membaca komentar postingan saya Dua Jempol Untuk Google, seorang teman berkomentar, “pagerank bukan segala-galanya”. Yeahh... benar juga ya. Tapi sebagai blogger, tentu kita ingin tulisan kita bisa dibaca oleh banyak orang sehingga manfaatnya juga meluas. Dan tentu dengan cara yang lebih santun dan elegan.
Salam Berry Devanda
It’s Just A Perspective, What About You?
AYO DUKUNG GERAKAN ANTI BLOG KUNING !!!!
Rabu, 04 November 2009
FACEBOOK PARLEMEN DUNIA MAYA
Label: Analisa Sosial, Artikel, BloggersPenahanan Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto menuai protes dari berbagai kalangan. Diantaranya, terdapat guru besar dan praktisi hukum, cendikiawan, tokoh agama, tokoh muda, aktivis anti korupsi dan berbagai lapisan masyarakat lainnya. Semua bereaksi dengan berbagai cara pula, ada yang turun ke jalan, pembentukan opini di berbagai media massa, lewat situs jejaring sosial. Bahkan, ada yang berani pasang badan, menjamin dan menggantikan kedua pimpinan KPK tersebut untuk ditahan. Berkat perjuangan banyak pihak, akhirnya Chandra-Bibit dibebaskan pada pukul 24.00 semalam.
Terlepas dari proses kasus Chandra-Bibit yang penuh tanda-tanya, ada satu hal menarik yang patut dicermati pada kasus ini. Yaitu, pemanfaatan situs jejaring sosial sebagai media penggalangan kekuatan dan pembentukan opini masyarakat, dalam hal ini facebook. Kenapa harus facebook? Kenapa tidak mengadu saja ke DPR dan DPD selaku lembaga penyambung lidah rakyat? Padahal, Berdasarkan UU No.22 tahun 2003 mengenai Susunan Dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (UU Susduk), DPD memiliki wewenang yang salah satunya menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Apa yang membuat facebook menjadi media penggalangan opini dan penyampai aspirasi alternatif?
Tidak bisa dipungkiri, bahwa gerakan 1000.000 Facebookers pendukung Chandra-Bibit termasuk urutan teratas dalam pertimbangan orang-orang pengambil kebijakan di negeri ini. Beberapa hal yang membuat facebook menjadi gerakan yang sangat massif dan memiliki power adalah :
• Pengguna aktif facebook di Indonesia sangat banyak. Angka pengguna internet di Indonesia pada tahun 2007 saja (seperti yang dirilis internetworldstats.com) kurang lebih 20 juta dan menurut APJII kurang lebih 28 juta. Sama sama besar dengan jumlah semua penduduk malaysia. Andaikan saja 10% dari pengguna isnternet mempunyai facebook, berarti 2-2,8 juta orang. Sehingga tidak heran jika kurang dari seminggu sudah didukung oleh 700 ribuan facebookers.
• Facebook memungkinkan penggunanya berpartisipasi walaupun sedang berada diluar daerah. Artinya facebook sangat mobile.
• Membuat gerakan di facebook lebih gampang daripada berdemostrasi dijalan raya. Selain tidak mengganggu ketertiban umum juga tidak capek berpanas-panasan. Dalam hal ini, parlemen jalanan kalah dengan parlemen dunia maya. Walaupun terkadang aksi turun ke jalan juga diperlukan.
• Menggunakan facebook tidak perlu birokrasi yang panjang, tidak perlu menyesuaikan waktu dengan semua orang, kapan anda bisa memberikan masukan dan opini ya langsung berikan, tidak perlu menegangkan urat leher dalam berdebat dan membantah pendapat orang lain. Hanya dengan mengetikan opini, anda sudah ikut berpartisipasi, bisa dilakukan sambil minum kopi, ngerokok dan lain sebagainya.
• Cara bergabung pun gampang. Tidak perlu mengisi formulir. Yang penting anda sudah punya account facebook. Cukup dengan mengklik Join this group. Dan juga bisa men-suggest ke semua teman anda. Seperti MLM, gerakan ini menyebar dengan begitu cepatnya. Ditambah lagi gerakan ini didukung pula oleh media televisi nasional.
Jadi, jika dilihat dari sisi sebagai penyalur aspirasi, pantaskah facebook sebagai parlemen dunia maya?
Bagaimana menurut anda?
Salam Berry Devanda
Minggu, 01 November 2009
Dua Jempol Untuk Google
Label: Artikel, BloggersKurang lebih 10 hari nggak posting alias nggak ngasih makan blog ini. Seperti biasa, kelamaan mikir mo nulis apa, sehingga nggak ada waktu lagi buat merealisasikan apa yang telah dipikirkan, semua waktu habis buat memikirkan saja. Waktu habis buat bermenung, tidak untuk merenung. Disamping kesibukan dan kewajiban sebagai seorang wali kelas, harus membuat laporan hasil studi tengah semester (hehehe...akhirnya kepikiran juga apologinya...., kenapa nggak dari kemaren-kemaren ya terpikirkan). Walaupun nggak mosting tapi rajin blogwalking. Biar nggak terlalu ketinggalan perkembangan dunia maya.
Sore ini, setelah menyelesaikan pekerjaan rumah yang tak seberapa, dan memanfaatkan sedikit waktu sebelum mandi. Niatnya sih mau buka facebook, tapi tiba-tiba saja ada sesuatu hal yang menggiring saya untuk ngecek pagerank yang sebenarnya dari dulu saya nggak terlalu memikirkannya. (Gimana mo memikirkan jika setiap ngecek hasilnya selalu NOL besar). Setelah masukin URL, dan ngetik verifikasi code tentunya tekan enter donk....
Setelah nunggu beberapa saat, wow..., ternyata error. Huff...
Tapi nggak langsung putus asa donk, coba lagi. Akhirnya, setelah beberapa bulan ngurus blog ini dengan serius, bergerilya sampai dini hari (mudah2an nggak sampai kena kanker hati), wara-wiri dan sebagainya, dengan senang hati dan tidak dengan keadaan terpaksa saya menerima kehendak mbah Google memberikan saya ranking 2 alias Pagerank 2.
Tapi beneran atau bohong ini ya? Saya coba cek lagi, ternyata benar. Emang Google memberikan Pagerank nggak berurutan ya? Maksudnya dari nol besar loncat ke angka 2 bisa ya? Kenapa nggak ke satu dulu maksudnya, baru hari berikutnya naikin jadi dua, 2 hari lagi jadi 3 dan seterusnya selang 3 hari pun nggak apa-apa sebenarnya. Ha..ha...ha..
Whatever, yang penting hari ini saya senang, terserah besok-besok google nggak seramah ini lagi. yang penting hari ini musti disyukuri, terserah besok apa yang akan terjadi.
Oia, terimakasih buat sobat blogger yang lain, yang sudah sudi mampir ke blog ini, terutama buat para senior yang telah meluangkan waktunya ninggalin komennya. Makasi semuanya. kalau begini, dunia blogging jadi semakin menyenangkan. sekarang saya jadi berani masang pagerank button, kalau kemaren-kemaren nggak kuat melihat nol besar. Semoga bisa selalu update blog ini terus...
Dua Jempol untuk Google yang telah memberikan pagerank 2. Coba kalau langsung ngasih saya pagerank 4, pasti 4 empat jempol juga buatmu mbah.
Salam berry devanda




